Teknik Sederhana Melukis Menggunakan Pisau Palet

Oil on Canvas | Kuat Casmoro

Pada video ini saya mencoba menampilkan cara mudah melukis menggunakan pisau pallet, dg obyek sederhana yg intinya memperagakan bagaimana membuat obyek langit , rumah, pohon juga air, obyek-obyek ini termasuk bagian umum yang banyak di buat saat melukis

Yuk kita simak...!

Video by Kuat Casmoro

Share:

Melukis Menggunakan Pisau Palet

Pisau Palet
Teknik merupakan cara yang digunakan untuk berkarya sesuai dengan media yang dipilih, bahkan melukis tidak hanya dilakukan menggunakan kuas saja, bisa juga menggunakan alat-alat yang lain misalnya pisau palet. 

Lukisan pisau palet merupakan teknik yang memiliki nilai ekspresif, melukis dengan menggunakan pisau palet hasilnya akan bertekstur dengan warna cat yang pekat dan tebal, teknik ini dinamakan dengan teknik impasto atau cat tebal.

Salah satu media pembuat tekstur adalah pisau palet tersebut, sehingga hasil lukisan akan timbul. 

Teknik melukis dengan pisau palet 
  • Memegang pisau palet 
Pegang pisau palet atau lukisan dengan kuat, jaga pergelangan tangan tetap longgar, tempatkan tangan dengan jari-jari disamping dan di bawah pisau, jempol tangan berada di dekat bagian atas pisau, hal ini bertujuan untuk menjaga pegangan yang kuat tetapi fleksibel pada pisau, sehingga pergelangan tangan melakukan sebagian besar pekerjaan ini. 
  • Mengambil cat
Gunakan ujung pisau untuk mengambil warna dari palet. Baik untuk menambahkan warna atau langsung diaplikasikan pada kanvas, cara mengambil catnya sama. Untuk mencampurkan warna, ambil warna pertama dengan ujung pisau. Kemudian letakkan warna tersebut di tengah warna yang akan dicampurkan. Usapkan beberapa kali hingga warna berubah sesuai ddengan yang diinginkan.
  • Membersihkan pisau 
Bersihkan pisau palet dengan kain atau handus sebelum menggunakan warna lainnya, bersihkan setiap sisa-sisa warna yang tertinggal di pisau, hal ini akan memengaruhi warna selanjutnya.
  • Aplikasikan pada kanvas 
Untuk mengaplikasikan warna menggunakan pisau palet pada kanvas, usahakan mengusap warna ke arah samping, jangan menggunakan ujung pisau, usapkan warna kesamping atau pada sudut 45 derajat agar tekstur yang diciptakan tetap halus dan rata, meski bertekstur atau timbul. Bahkan dengan pisau palet dapat membuat retensi gelombang bergulir untuk tekstur tidak teratur. Baca juga: Teknik Plakat dalam Seni Lukis 

Posisi pisau palet 45 derajat
  • Gerakan visual 
Arahkan pisau ke berbagai arah untuk menciptakan gerakan visual. Posisi paling nayaman adalah memegang pisau pada sudut 45 derajat dari tubuh.


Share:

Melukis Menggunakan Teknik Impasto

Impasto adalah teknik lukisan di mana cat dilapiskan dengan sangat tebal di atas kanvas sehingga arah goresan sangat mudah terlihat. Cat yang digunakan bisa pula tercampur di atas kanvas. Saat kering, teknik impasto akan menghasilkan tekstur yang jelas, sehingga kesan kehadiran objek lebih terasa.

Cat minyak sangat cocok dengan teknik ini, sebab ketebalannya yang tepat, proses pengeringan yang lama, dan sifat opacitynya yang buruk. Sifat ini bahkan bisa diperkuat dengan penggunaan linseed oil. Akrilik bisa diolah dengan teknik impasto, meskipun sangat jarang karena cat jenis ini mengering dalam waktu singkat. Sementara pemakaian teknik impasto pada cat air maupun tempera hampir mustahil tanpa medium pengental seperti Aquapasto

Impasto memberikan dua efek. Pertama memberikan kesan pantulan cahaya berbeda dibandingkan dengan goresan kuas biasa. Yang kedua memberikan kesan ekspresi yang lebih kuat. Pemirsa lukisan bisa menyadari seberapa kuat kuas atau pisau palet digoreskan, serta kecepatan goresannya.

Tujuan pertama lebih sering dipakai oleh pelukis klasik seperti Rembrandt, seperti untuk memperlihatkan lipatan kain atau pantulan cahaya dari perhiasan. Sementara tujuan kedua sering digunakan oleh pelukis pada era modern seperti Vincent van Gogh. Frank Auerbach menggunakan teknik impasto secara berlebihan untuk menampilkan kesan trimatra yang benar-benar kuat.

Oil on Canvas | Kuat Casmoro

Lalu, bagaimana agar kita bisa terlatih dalam menggunakan teknik impasto ini? Pastinya rutinitas menggambar dan sering bertanya kepada ahlinya.

tips mengenai teknik impasto dari Mark Preston. Yuk, simak.

  • Observasi warna-warni kehidupan
Para ahli sering membawa berbagai macam palet di lukisan dan mereka percaya kunci untuk menyeimbangkan antara gambar dan objek adalah pengamatan dekat lokasi. Pastinya, ini adalah langkah wajib yang harus kamu lakukan, mendatangi objek yang akan kamu gambar, kamu harus melakukan observasi yang mendalam dan mengamati tiap detil yang ada, guna palet di sini ialah kamu bisa langsung membayangkan warna apa yang cocok atau mendekati dengan objek yang akan kamu gambar.
  • Pilih hari dan cuaca yang pas
Kamu tidak perlu memaksakan menggambar di dekat lokasi saat cuaca buruk, hal ini bisa kamu kondisikan dengan memotret objek tersebut, kondisi cuaca ekstrim dapat menyebabkan masalah pada lokasi, hujan dapat mengurangi kualitas cat dan panas yang berlebihan dapat membuat cat anda mengering sebelum waktunya.
  • Pertimbangkan memakai akrilik
Meskipun impasto adalah teknik tradisional yang sering dikaitkan dengan cat minyak, beberapa pelukis lebih suka melukis dengan akrilik karena memungkinkan dia untuk membangun sebuah lukisan dengan cepat di lokasi, dengan akrilik kamu dapat tetap bekerja di atas lapisan yang telah kering, sedangkan dengan minyak, lapisan di bawahnya mungkin masih basah, tapi hati-hati terhadap pergeseran warna, satu hal yang bisa mengganggu melukis dengan akrilik adalah pergeseran warna, untuk menggunakan akrilik dengan baik, kamu harus kolaborasikan dengan bahan lain, karena kalau hanya akrilik saja, warna bisa tiba-tiba berubah dalam beberapa waktu, para pelukis biasa mencampurnya dengan minyak supaya pergeseran warna tidak terlalu terlihat.
  • Pilih warna dengan baik
Daripada berpegang teguh pada satu merek, pelukis-pelukis merekomendasikan untuk menyediakan warna yang beragam. Palet yang terdiri dari warna dari beberapa rentang yang berbeda: Ada warna-warna tertentu dari Golden Heavy Body Acrylics, seperti Cobalt Blue atau Cerulean Blue.
  • Gunakan berbagai media
Untuk menjaga hal-hal yang menarik, para pelukis sering bekerja dengan cara yang bermacam-macam, ini pelajaran atau kondisi tertentu yang menentukan apakah kamu bekerja di atas kertas atau kanvas, kanvas dapat menahan aplikasi tebal dari akrilik tapi kurang menyerap, sehingga cat dapat terhapus dalam kondisi basah. Sementara itu, Arches tebal pada cat air kertas memungkinkan untuk menerapkan impasto agak lebih tebal.
  • Coba latar belakang berwarna off-white
Kadang-kadang ketika sedang bekerja pada sebuah permukaan putih yang mencolok, sulit untuk menilai warna dengan baik sehingga bagi beberapa pelukis akan menempatkan akrilik, mungkin hanya campuran encer Yellow Ochre, Alizarin Crimson dan mungkin beberapa Cobalt Blue. Hal ini dimaksudkan agar latar yang kamu gunakan tidak selalu putih.
  • Gunakan pisau palet
Agar warna-warna yang kamu pakai tidak tercampur satu sama lain, gunakan pisau palet. Dengan pisau palet, kamu bisa menaruh satu warna di atas warna lain tanpa perlu takut tercampur.

  • Hindari garis lurus
Salah satu tips melukis landscape dari Mark, yang dia ambil dari ayahnya, yaitu menghindari garis lurus. Katanya, “jika kamu telah menggambar satu garis lurus, artinya kamu butuh istirahat. Karena alam tidak pernah memunculkan sesuatu yang benar-benar tegak lurus.”
  • Perhatikan palet lukismu
Acrylic terus mengering, terutama dalam cuaca panas, jadi pastikan kamu perhatikan kondisi palet kamu agar tidak kering dan tidak terlalu basah
Belajar dari para ahli.

Memang teknik ini agak sulit. Impasto butuh latihan berkali-kali agar menghasilkan sesuatu yang maksimal, untuk itu belajarlah dari para ahlinya, Mark sendiri belajar banyak penggunaan warna dari Joan Eardley, Fred Cuming, dan Cornish, Sebab latihanlah yang akan membuat seseorang itu terbiasa.

Selamat mencoba!







Share:

Ayat Kursi ( Karya Pudji Sartono )

Ayat Kursi | Pudji Sartono 1996 
■ SINGKAT CERITA LUKISAN INI :

▪︎Waktu itu th 1996, aku Pameran Tunggal atas prakarsa pak Bambang Purnomo dan pak Johan Karunia di Bank Umum Nasional ( BUNAS) Surabaya, dengan tema Pameran MASDIBYO DALAM EVA . Kebetulan Bank Umum Nasional adalah bank yg paling banyak mengoleksi lukisanku waktu itu .
Mas Pudji Sartono datang ke pameranku dgn penampilan kusut, jauh dari seorang Pudji Sartono yg kukenal beberapa th lalu ketika beliau menjadi kakak angkatanku di Seni Rupa - IKIP Negeri - Surabaya .
Ketika aku menjadi adik angkatannya TIDAK ADA MAHASISWA SENI RUPA YG TIDAK KENAL DAN TIDAK MENGAGUMI BELIAU . Karena bakat melukisnya yg memang luar biasa jauh melebihi mahasiswa yg lain, termasuk aku tentunya, karena Pudji Sartono adalah ikon Seni Rupa IKIPN Surabaya waktu itu .
Setiap ada kompetisi antar mahasiswa se Indonesia, Karya Pudji Sartono pasti juara, bila mengirim dua lukisan ya juara 1 dan 2 .
INI BENAR !!
▪︎▪︎ Ketika datang ke Pameranku beliau duduk tertunduk di kursi di depanku sambil bilang :
" Dik, mohon maaf, saya sekarang tidak tau lagi harus bagaimana....sudah lama saya tidak melukis, dan kembali timbul semangat setelah mengikuti berita tentangmu yg luar biasa tak kenal menyerah , dan ketika dik masdibyo Pameran di Surabaya ini saya bertekat harus ketemu dirimu . Sekarang aku dengar baik - baik apa pesanmu yg harus kulakukan agar aku bisa eksis kembali ..... bla ... bla... bla.... "
Singkat cerita akhirnya aku beri beliau uang 5jt (lima juta) 5jt waktu itu jumlah yg cukup besar karena itu seharga lukisanku ukuran 70 X 75 Cm .
BEGINI PESANKU :
☆ Begini mas Pudji , saya tolong dibuatkan ayat kursi untuk teras rumahku , ukurannya ga usah besar-besar, dan Uang dari saya ini TOLONG TIDAK DIBELANJAKAN YG LAIN KECUALI ALAT LUKIS dan bila beli minum dari uang ini , tolong sebelum diminum sempatkan berdoa untuk ibu yg melahirkanmu, seperti kebiasaanku di masa prihatin selama kuliah " .
▪︎▪︎▪︎Selang dua minggu lukisan yg kupesan jadi , dan Pudji Sartono mulai berkarya lagi dan hanya melukis kaligrafi..... setahun , dua tahun, saya tidak lagi komunikasi karena aku sibuk dengan diriku sendiri dgn terus Pameran Tunggal dan Pameran Tunggal .... akhirnya aku dengar kabar kalo kaligrafi karya seorang Pudji Sartono sudah banyak diorder boss - boss dari Malaysia ..... dan kehidupannya secara finansial pun sangat baik .
▪︎▪︎▪︎▪︎ Mungkin karena order yg datang padanya semakin hari semakin luar biasa, dia pun LUPA MENJAGA KESEHATAN , dia sakit dan akhirnya meninggal dunia , namun aku mendengar tentang meninggalnya Pudji Sartono kira - kira 3bln setelahnya.
😢
Semoga Pudji Sartono icon Mahasiswa Seni Rupa IKIP Negeri Surabaya paling berbakat itu damai dalam keabadiannya...
💛
☆masdibyo☆
* karya kaligrafi PERTAMA KEBANGKITAN Pudji Sartono pun masih kusimpan dgn baik *


Share:

Jasa Lukis Wajah Hijaber

Menerima jasa lukis wajah dan karikatur khusus hijaber berbagai media dan ukuran, info harga dan ketentuannya >> klik disini <<

Contoh lukisan potret khusus Hijaber
Lukisan ukuran A5 15x20 cm

Lukisan ukuran A5 15x20 cm

Lukisan ukuran A4 21x30 cm

Lukisan ukuran A4 21x30 cm

Lukisan ukuran A4 21x30 cm

Lukisan ukuran A4 21x30 cm

Lukisan ukuran A4 21x30 cm

Lukisan ukuran A4 21x30 cm

Lukisan ukuran A3 30x40 cm

Lukisan ukuran A3 30x40 cm

Lukisan ukuran A3 30x40 cm

Lukisan ukuran A3 30x40 cm

Lukisan ukuran A3 30x40 cm

Lukisan ukuran A3 30x40 cm

Lukisan ukuran A3 30x40 cm

Lukisan ukuran A2 40x60 cm






Share:

Cara Membuat Kanvas Untuk Cat Air

Hepi wikend gaes,

Sekedar berbagi pengalaman amatir tentang membuat kanvas biar bisa enak di lukis dg cat air, supaya kanvasnya diupayakan berasa kertas aquarel, tapi ini versi coba-coba dewe, versi ekonomis.

Kanvas akrilik biasa tidak akan menyerap kalau di gambari dg cat air , memang menurut teman pengendali air ( master cat air ) yg sudah pakar, untuk membuat kanvas berasa kertas, bagusnya pakai Gesso merk DS, katanya hasilnya mirip, tapi karena cukup mahal, aku belum pernah nyoba , heeeee
Karena harga gesso DS itu mahal, aku coba mengakali pakai merk lain yg lebih murah, Pernah coba beberapa Gesso dg harga 50-100rb / setengah kilo. Tapi rasanya masih kurang sreg bagiku, Cat airnya memang bisa nempel terserap, tapi daya sebar dan efek mblobornya kurang ciamik.

Suatu kali, teman watercoloris senior ngasih resep, coba pakai cat genteng Matex warna putih, pikirku  cat gentengkan malah anti air?, Karena penasaran tetap kucoba, kanvas akrilik aku blok lagi dengan cat Matex 3 lapis, tunggu kering kemudian lapisin lagi, lapis terakhir paling encer, setelah kering lalu digosok pakai amplas kertas yang halus biar permukaan halus .

setelah menunggu semalaman, besoknya langsung dicoba lukis cat air, dan hasilnya cukup enak, cat airnya meresap dan efek mblobornya cukup apik, bagiku.
Berikut ini efek sebar cat air di kanvas dengan gesso cat Matex

Hasil mbloboran cat air di kanvas dg Gesso cat Matex

Penampakan cat Matex, harga sekitar 130an? Kalo gak kliru, soalnya sudah lama banget belinya hee.


Selamat mencoba
author
Bi Budi


Share:

Kuliah Senirupa Online di Artmosfer-History

Admin Artmosfer
Menggambar adalah hobi dari kecil menjadi pelukis adalah cita-cita dari dulu, dan kuliah atau belajar senirupa di SMSR / Perguruan tinggi seperti ISI adalah mimpi di siang bolong, haaa...

Saya hidup jauh dari kota dan tidak ada koneksi ataupun biaya yang memadai , jadi kuputuskan untuk merantau saja ke kota dan mengadu nasib di sana , tetapi seiring perkembangan teknologi yang semakin maju , terutama pesatnya teknologi komunikasi banyak sekali aplikasi sosial media yang luar biasa perkembangannya seperti facebook, whatch app , instagram dll , berpengaruh besar merubah jarak seakan tak berarti , akhirnya semakin banyak teman dan koneksi yang ku kenal , banyak sekali ilmu yang kudapatkan dari teman-teman sesama pelukis dan ku ikuti beberapa grup lukis / gambar , salah satunya artmosfer.

Artmosfer adalah group gambar / lukis ( Facebook & Watch App ) yang setiap anggotanya bisa saling berbagi ilmu dan sharing karya , setelah tim admin terbentuk, group ini berkembang menjadi group yang punya tujuan supaya semua anggota melek seni, menggali potensi dan bisa menghasilkan karya yang baik untuk berpameran bersama di galeri seni yang di targetkan.

Adalah Aryo Saloko , seorang dosen senirupa di ITB dan admin , erryka , vince , gotama , dan ken, membentuk subgroup bernama artmosfer-history dengan tujuan diatas , dan memilih dari anggota group utama dengan syarat membuat karya lukisan/gambar yang bertemakan sumpah pemuda , dan ada sekitar 20 anggota yang ikut dan otomatis masuk anggota artmosfer-history termasuk saya .

Di group ini kita di bimbing bagaimana menjadi seorang pelukis dengan cara yang asik dan tidak membosankan , diberi materi dan tugas layaknya kuliah di sekolah senirupa , dengan target bisa pameran bersama di salah satu galeri seni kotemporer di bandung, dan semua itu bebas biaya alias gratis , mantab kan...?

Terimakasih admin dan mentor artmosfer history , smoga jadi amal baik yang selalu mengalir
Share:

Menentukan Harga Lukisan

Pricing ?.. menentukan harga lukisan?Ini menurutku bagian tersulit dalam dunia lukis yang aku geluti... Jauuh lebih sulit dari pada proses melukis itu sendiri..Dari pengalaman yang saya jalani.. dapat saya simpulkan.. bagi saya harga lukisan :
  • Sangat Situasional
  • Sangat kondisional
  • Sangat emosional.
  • Sangat rasional.
  • Sangat personal
  • dsb..........
Intinya sangat tergantung...Dan setiap harga yang terbentuk pada setiap karya tidak bisa menjadi patokan untuk menentukan harga karya yang lainnya.Bagi saya yang sangat penting adalah setiap karya yang tertransaksi sudah memenuhi syarat, kedua belah pihak senang dan bahagia.
" Yang terpenting bagi saya pribadi adalah, setiap karya sudah diciptakan sepenuh hati dan semaksimal mungkin, karena kepuasan kolektor menjadi apresiasi tertinggi melebihi jumlah nominal yang diterima "
Sebisa mungkin dalam bertransaki kita sebagai pelukis mampu membuat kolektor lupa tentang jumlah nominal yang telah dibayarkan. Karena rasa puas membuat angka menjadi tidak berarti apa apa.Bagaimana caranya.?.. Kerjakan semaksimal mungkin dengan sepenuh hati.

Share:

Cara Menciptakan Background Lukisan

Background....
Sedikit saya ingin curhat tentang latar belakang atau background lukisan atau drawing..
Kemarin baru saya mendapati ternyata tidak sedikit teman-teman pelukis yang punya masalah dalam menciptakan background lukisan atau drawing.. sehingga lebih memilih untk membiarkan obyek lukisan 'berjuang' sendirian utk tampil indah. Alasan yang paling masuk akal adalah adanya kekhawatiran bahwa background yang diciptakan justru akan merusak pemandangan.
Naah hal inilah yang justru membuat saya langsung gagal paham.. (maaf sama sekali tidak bermaksud sok paham.) Karena dengan mengolah background, saya justru merasa memiliki kesempatan untuk meng'improve' lukisan menjadi lebih menarik..
Monggo silahkan cek album lukisan saya.. tidak ada satu karyapun yang tercipta tanpa background.
Justru kalau saya mendapati foto referensi terdapat latar belakang yang tidak sesuai saya akan cenderung menggantinya dengan yang sesaui keinginan saya tanpa mengurangi nilai estetikanya.
Bagaimana caranya... Saya jelaskan sedikit cara saya meng'improve' background.
Ada beberapa prinsip yang saya pakai.. yang paling pasti adalah : 

" untuk area tepi obyek utama yang intensitasnya gelap, saya hampir selalu menciptakan latar belakang yang lebih terang.. misal obyek rambut atau baju yang berintensitas gelap. Dan sebaliknya.. saya selalu menggelapkan areal background setiap bertemu area obyek yang terang.. misal area pipi atau pundak utk obyek manusia berpakaian terang, kemudian saya selalu berusaha menciptakan gradasi yang sesuai, dan yang terakhir.. selalu mempertimbangkan keseimbangan atau balancing.. agar tidak terjadi kesan berat sebelah terhadap intensitas gelap dan terangnya "

Bingung??? Semoga ada kesempatan utk ngobrol langsung.. karena hal ini membuat saya sedikit 'gregetan' untuk membuktikan.. mungkin terdengar sok sok an.. tapi mengimprovisasi background bagiku sangat menyenangkan.

Berikut adalah lukisan yang background nya saya improvisasi sendiri...

Si Mbak | Cat minyak di kanvas | Size 100 x 140 cm

Share:

Harga Lukisan Potret

Kadang menentukan harga lukisan potret terasa lebih sulit dibanding melukis. ada standar2 tertentu dalam menentukan harga. yang umum, harga lukisan dihitung per kepala, setengah badan, dan full body. harga juga ditentukan oleh faktor material yg digunakan, tingkat kesulita dan ukuran lukisan. (harga 'teman' tidak masuk dalam bahasan ini) :)

Seorang teman punya rumus, harga lukisan = harga material x 10. Kl material yg dihabiskan utk membuat karya 30 rb, harga lukisannya = 300 rb.

Ada juga yg menghitung harga berdasarkan upah harian plus harga material dan bingkai. Kl upah harian kira2 100rb, dan lukisan dikerjakan selama 3 hari, harganya = 300 rb plus material lukisan dan bingkai.

untuk lukisan di bawah ini aku menghitung ukuran dan materialnya saja. sebab susah menghitung, apakah ini lukisan setengah badan kali dua, atau setengah badan kali dua plus satu full body, yaitu body kucing ... :)

acrylic on canvas, 70 x 80 cm ,
Cara hitung harga lukisan terakhir yg paling praktis kupakai adalah menetapkan harga per cm2 utk lukisan yg dipesan. Praktis. Tanpa menghitung lagi harga material, lama pengerjaan, dan tingkat kerumitannya. Dan presentasi ke pemesan juga enak. Kalau misalnya harga per cm2 rp 600, tinggal kalikan sesuai ukuran lukisan yg dipesan ... :)

| N A |
acrylic on canvas, 70 x 80 cm
comm.work
2013


x
Share:

Total Tayangan Halaman

+ Follow
Join on this site

with Google Friend Connect

Popular Posts

Arsip Blog